Welcome to http://laskarkristus.blogspot.com/
go to my homepage
Go to homepage
Bagaimana saya menerima pengampunan dari Tuhan? Klik di Sini
Hidup Kekal? Klik di sini
"Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas." (Mat 7:15)
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. (Efesus 2:8-9) Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.(Roma 10:9)
Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. (Roma 5:8)
Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. (Roma 6:23) Allah ... yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan. (1 Petrus 1:3) Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16)

Ingin Berlangganan Artikel Ini? Masukan email Anda:

Delivered by FeedBurner

Sabtu, 02 April 2011

Laskar Kristus : Menyangkal Yesus atau Ditembak Mati

Berikut ini adalah kesaksian dari Shanti (bukan nama asli) dimana dia pernah menghadapi tantangan dalam mempertahankan imannya kepada Yesus.
Bunyi-bunyi tembakan terdengar di luar gereja. Padahal sore itu gereja cukup ramai. Remaja-remaja hadir untuk mengikuti katekisasi dan penatua-penatua berkumpul untuk mengikuti rapat majelis. Ketika tembakan terdengar kami sedang menunggu kedatangan pak Pendeta. Aku pun berada di antara remaja-remaja itu. Peristiwa itu terjadi tahun 1964 waktu aku berusia 15 tahun.
Beberapa kawanku dan penatua-penatua segera lari. Kami tahu bahwa tembakan itu berasal dari sebuah gerombolan pengacau. Daerah tempat tinggal kami, daerah Bengkayang-Sanggau, Kalimatan Barat merupakan   daerah rawan yang sering dijadikan sasaran gerombolan pengacau.
Aku ingin lari, tapi apa dayaku, kakiku terasa lemas. Aku hanya diam ketakutan. Tiba-tiba enam orang gerombolan pengacau bersenjata masuk ke gereja. Di gereja hanya tinggal aku dan lima orang penatua yang   tidak sempat melarikan diri.
"Angkat tangan semuanya!" seru seorang anggota gerombolan itu. Kami berenam terpaksa mengikuti apa yang mereka perintahkan. Gerombolan yang lain segera mengepung kami dan mengacungkan laras senjatanya ke   tubuh kami. Aku sadar bahwa saat itu aku berada diantara hidup dan mati. "Turunkan gambar yang terpampang di atas itu!" sambungnya lagi seraya menunjuk gambar Tuhan Yesus yang berada di atas mimbar gereja. Aku tertegun melihat adegan itu. Dalam hati aku terus berdoa agar Tuhan campur tangan dalam situasi seperti itu. Rupanya karena takut ancaman senjata para gerombolan itu, maka diantara penatua ada yang berusaha menurunkan gambar Tuhan Yesus itu.
"Apakah ini benar gambar Tuhanmu?" tanyanya lagi. Sebagai jawabannya aku dan penatua-penatua itu menganggukkan kepala. "Kenapa kalian menyembah manusia semacam ini? Ayo ludahi dan kencingi gambar ini.   Kalau tidak kalian akan kubunuh semuanya!" bentaknya dengan suara keras. Karena takutnya, akhirnya satu demi satu penatua melaksanakan perintah si gerombolan.
Aku menunggu giliranku dengan rasa takut yang menjadi-jadi. Tapi pada saat yang genting itu terdengar suara yang berbisik di batinku: "Imanmu bisa menyelamatkanmu. Jangan lakukan perbuatan itu, apapun yang terjadi." Waktu aku diperintah untuk melaksanakan adegan seperti para penatua, aku menolaknya. Aku menangis, lalu merangkul gambar Tuhan Yesus yang telah dikotori itu. Kubersihkan kotorannya dengan sapu tanganku, tanpa sadar aku berkata, "Tuhan biarlah aku mati bersamaMu." Melihat kelakuanku itu, seorang anggota gerombolan   menghampiriku. "Bangkitlah dan duduklah di kursi itu," katanya. Aku pun duduk di kursi yang ditunjuknya sambil terus mendekap gambar Tuhan Yesus itu.
"Anak gadis, kau takkan kubunuh, karena kau telah memperlihatkan kesetiaan kepada Tuhan, walaupun harus berhadapan dengan maut. Dan kalian, yang lima orang lagi, berbarislah di sudut sana." katanya sambil menunjuk sudut gereja. Kelima orang penatua itu berbaris di sudut gereja.
"Kalian adalah manusia-manusia yang telah berani mengkhianati Tuhan kalian dan takut mati untukNya. Kalau manusia sudah berani berkhianat kepada Tuhannya, apalagi kepada sesuatu yang hanya berpredikat ideologi." Segera setelah ucapan itu selesai, serentetan tembakan dilepaskan dan ... terkulailah kelima penatua itu.
Aku tak sadarkan diri dan tak tahu apa yang terjadi selanjutnya. Ketika aku sadar, kudapati diriku sudah ada di rumah orangtuaku.
Pengalaman yang dahsyat itu menyebabkan aku yakin bahwa iman adalah modal keselamatan. Dan itu tidak hanya berlaku bagiku, tapi bagi  setiap orang yang percaya kepada Dia. Hari-hari setelah kejadian itu tangan Yesus terasa sekali terus menyentuh ke dalam setiap relung kehidupanku. Juga gejolak batinku untuk terus mengiring Dia makin menjadi-jadi.
Setelah tamat SMA, aku melanjutkan ke sekolah Teologia. Tahun-tahun terus berlalu dan kini aku hidup sebagai pelayan Tuhan di tengah-tengah Jemaat di daerah pedalaman.
  Sampai hari ini dalam pengabdianku, ayat Efesus 2:8-9 selalu menjadi peganganku:
"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
 [Catt.: Sampai saat ini Shanti masih aktif memberitakan Injil di pedalaman Irian Jaya.]
Diambil dan diedit dari tulisan Sulaeman Effendie -- bagian dari
Judul Buklet : Seri Kesaksian -- Menyangkal Yesus atau Ditembak Mati?; dan Delapan Kesaksian Lain

Jumat, 01 April 2011

Apa Yang Akan Terjadi Pada Akhir Zaman?

Alkitab berbicara banyak mengenai akhir zaman. Hampir setiap kitab dalam Alkitab mengandung nubuat mengenai akhir zaman. Berusaha mengerti dan menata setiap nubuat ini dapat merupakan pekerjaan yang sulit. Berikut ini adalah ringkasan yang sangat singkat mengenai apa yang Alkitab katakan akan terjadi pada akhir zaman:

Kristus akan memindahkan semua orang percaya yang merupakan bagian dari Gereja (orang-orang suci Perjanjian Baru) dari dunia ini melalui peristiwa yang disebut Pengangkatan (1 Tesalonika 4:13-18; 1 Korintus 15:51ff). Pada Tahta Penghakiman Kristus, orang-orang percaya ini akan diberikan pahala untuk perbuatan baik dan pelayanan mereka. Mereka mungkin saja kehilangan pahala mereka karena tidak melayani dan tidak taat, namun tidak akan kehilangan hidup kekal (1 Korintus 3:11-15; 2 Korintus 5:10).

Anti Kristus (binatang) akan berkuasa dan menandatangani pakta perdamaian (perjanjian) dengan Israel untuk masa tujuh tahun (Daniel 9:27). Masa tujuh tahun ini dikenal sebagai masa Tribulasi (kesengsaraan). Dalam masa Tribulasi ini akan terjadi peperangan, kelaparan, wabah dan berbagai bencana alam. Tuhan mencurahkan murkanya terhadap dosa dan kejahatan. Tribulasi menjadi tempat untuk ke empat penunggang kuda dalam Wahyu dan ke tujuh meterai, sangkakala dan cawan murka Allah.

Kurang lebih setengah dari masa 7 tahun, antikristus akan melanggar perjanjian damai dengan Israel dan berperang dengan mereka. Antikristus akan melakukan kekejian yang membinasakan dan membuat patung dirinya untuk disembah di tempat kudus (Daniel 9:27, 2 Tesalonika 2:3-10). Bagian kedua dari Tribulasi dikenal sebagai Kesengsaraan Besar dan waktu kesusahan bagi Yakub.

Pada akhir dari tujuh tahun Tribulasi, antikristus akan melakukan serangan terakhir terhadap Yerusalem yang memuncak pada Perang Harmagedon. Yesus Kristus akan datang kembali, membinasakan antikristus dan bala tentaranya dan membuang mereka ke dalam lautan api (Wahyu 19:11-21). Kristus akan membelenggu Iblis dalam jurang maut untuk 1000 tahun dan akan memerintah di atas bumi selama 1000 tahun (Wahyu 20:1-6).

Pada akhir dari 1000 tahun Iblis akan dilepaskan, kembali dikalahkan dan dilemparkan ke dalam lautan api (Wahyu 20:7-10). Kristus akan menghakimi orang-orang yang tidak percaya (Wahyu 20:10-15) di Tahta Putih yang Besar, membuang mereka ke dalam lautan api. Akan ada Langit yang Baru dan Bumi yang Baru – tempat kediaman kekal bagi orang-orang percaya. Tidak akan ada lagi dosa, kesusahan atau kematian. Demikian pula Yerusalem yang Baru akan turun dari Surga (Wahyu 21-22).

Yesus Ada Karena Urusan Dosa

Yesus adalah manusia 100 % yang pernah ada di bumi ini yang tak berbuat berdosa (Yohanes 8 : 46 Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa ? Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku? )
Yesus memiliki Roh Allah sejak dibaptis maka Dia menjadi Tuhan (Matius 3 :16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya).

Yesus Menebus Dosa manusia ( I Petrus 3 : 18 Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosauntuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh) kita, Ia yang benar.

Dengan Yesus Urusan Dosa Anda Selesai (Roma 10 :9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan)

Apakah Yesus Yakin Bahwa Ia Adalah Anak Allah

     Tanpa berdialog dengan Yesus, bagaimana kita bisa mengetahui misi, motivasi, dan pemahaman mengenai diri-Nya sendiri?
Bagaimana kita bisa mengetahui seperti apa Yesus menganggap diri-Nya? Apakah Yesus menganggap diri-Nya sebagai Anak Allah dan Mesias, ataukah Dia menganggap diri-Nya tidak lebih dari seorang guru yang berkeliling dan kadang-kadang menimbulkan kerusuhan?
     Dengan melihat perilaku-Nya, kita bisa mengetahui apakah Yesus menganggap diri-Nya Mesias dan Anak Allah, atau hanya sekedar nabi/guru.
Kita perlu melihat apa yang Ia lakukan, apa yang Ia katakan, dan bagaimana Ia berhubungan dengan orang lain.


Yesus Berhati-hati


Yesus sedikit misterius tentang identitas-Nya, bukan?

Ia terlihat lebih menghindar daripada menyatakan diri-Nya sebagai Sang Mesias atau Anak Allah secara terang-terangan. Apakah itu karena Ia tidak berpikir bahwa diri-Nya Mesias dan Anak Allah, atau karena Ia memiliki alasan-alasan lain?
     Tidak, bukan karena Ia tidak berpikir bahwa diri-Nya Mesias dan Anak Allah.
Jika Ia mengumumkan, "Hai Saudara-saudara, Akulah Tuhan". Itu akan terdengar seperti: 'Akulah Yahweh', karena orang-orang Yahudi pada masa itu belum memiliki konsep Tritunggal. Mereka hanya mengenal Allah Bapa, yang mereka sebut Yahweh, dan bukan Allah Putra atau Allah Roh Kudus.
     Pada waktu itu, jika seseorang seseorang mengatakan bahwa dirinya adalah Tuhan, itu tidak akan masuk akal bagi mereka dan akan terlihat sebagai penghujatan. Dan itu akan berakibat buruk bagi Yesus dalam upaya-Nya untuk membuat orang-orang mendengarkan pesan-Nya.
     Disamping itu, sudah ada sejumlah pengharapan tentang seperti apakah rupa Sang Mesias, dan Yesus tidak ingin terkotakkan dalam kategori-kategori orang lain. Konsekuensinya, Ia sangat berhati-hati dalam apa yang Ia katakan di depan umum.


Hubungan-Nya dengan ke-12 Murid


Petunjuk-petunjuk apa yang dapat kita temukan tentang pemahaman diri Yesus dari cara Ia berhubungan dengan orang lain?

     Perhatikanlah hubungan-Nya dengan murid-murid-Nya. Yesus memilliki 12 murid, tapi perhatikan bahwa Ia bukan salah satu dari ke-12 murid itu.
     Jika ke-12 murid itu mewakili Israel yang diperbaharui, bagaimana dengan Yesus? Ia bukan bagian dari 12 murid itu. Ia yang membentuk kelompok itu, tepat seperti  Tuhan dalam Perjanjian Lama membentuk umat-Nya dan menetapkan ke-12 suku Israel. Siapakah yang berhak menetapkan kelompok seperti itu, selain Tuhan sendiri? Itu adalah petunjuk tentang apa yang Yesus pikirkan tentang diri-Nya sendiri, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berhak menentukan 12 murid yang mewakili Israel yang diperbaharui.


Hubungan-Nya dengan Pemimpin Yahudi

     Hubungan-Nya dengan para pemimpin Yahudi sangat jelas. Dalam Matius 15:11, Yesus membuat pernyataan yang benar-benar radikal tentang: bukan apa yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan apa yang keluar dari hatinya. Terus terang, ini 'mengesampingkan' bagian besar isi dari Kitab Imamat di Perjanjian Lama, dengan aturan-aturan yang cermat untuk menjaga kesucian.
     Nah, Para Farisi tidak menyukai pesan ini. Mereka ingin mempertahankan aturan-aturan lama tersebut sebagaimana adanya. Namun Yesus berkata, "Tidak, Tuhan memiliki rencana lebih lanjut. Ia sedang melakukan hal yang baru."
Kita harus bertanya: Orang macam apa yang berpikir bahwa Ia memiliki kekuasaan untuk 'mengesampingkan' kitab-kitab suci Yahudi yang diwahyukan secara ilahi dan menggantikannya dengan ajaran-Nya sendiri?
Kalau Yesus tidak berpikir diri-Nya Anak Allah, tidak mungkin Ia melakukannya.


Hubungan-Nya dengan Penguasa Roma

     Dan bagaimana hubungan-Nya dengan para penguasa Roma?
Kita harus bertanya mengapa mereka menyalibkan Dia. Jika Ia hanya sekedar guru bijaksana yang tidak berbahaya, yang mengisahkan perumpamaan-perumpamaan pendek yang menyenangkan, bagaimana Ia bisa disalibkan, khususnya pada musim Paskah, saat tidak seorang Yahudi pun menginginkan seorang Yahudi dihukum mati? Harus ada suatu alasan mengapa  tulisan di atas kepala-Nya berbunyi: 'Inilah Raja Orang Yahudi'.
     Alasannya adalah Yesus menyatakan keilahian-Nya atau orang banyak berpikir bahwa Yesus menyatakan diri-Nya Anak Allah.


Kerajaan Allah Sudah Datang


Bagaimana dengan mujizat-mujizat Yesus? Mujizat-mujizat yang Yesus perbuat bukan berarti Dia menyatakan diri-Nya Anak Allah, bukan?

     Bukan fakta bahwa Yesus melakukan mujizat-mujizat yang menjelaskan pemahaman diri-Nya. Yang penting adalah bagaimana Ia menafsirkan mujizat-mujizat-Nya.
     Dalam Matius 12:28, Yesus berkata, "Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu".
     Ia tidak seperti pembuat mujizat lainnya yang melakukan hal-hal menakjubkan dan kemudian hidup berjalan seperti biasa. Tidak. Bagi Yesus, mujizat-mujizat-Nya merupakan suatu tanda yang mengindikasikan datangnya kerajaan Allah. Yesus melihat mujizat-mujizat-Nya menunjukkan sesuatu yang belum pernah ada, yaitu kedatangan kekuasaan Tuhan. Ia tidak sekedar melihat diri-Nya sebagai pembuat mujizat, Ia melihat diri-Nya sebagai seorang di dalam siapa dan melalui siapa janji-janji Tuhan digenapi. Ini adalah suatu pernyataan transenden (pernyataan yang melampaui segala sesuatu) yang jelas.


Pemakaian Frase 'Amin'


Yesus disebut Rabi oleh pengikut-pengikut-Nya, bukankan ini berarti bahwa Ia sekedar mengajar seperti rabi-rabi lainnya?

     Yesus mengajar dengan cara baru yang radikal. Ia memulai pengajaran-Nya dengan frase: 'Amin (sesungguhnya) Kukatakan kepadamu', yang artinya adalah, "Aku bersumpah sebelumnya atas kebenaran dari apa yang akan Kukatakan". Ini sungguh-sungguh revolusioner.
     Adat orang-orang Yahudi adalah mereka memerlukan kesaksian dari 2 saksi, yang mana saksi A dapat bersaksi atas kebenaran dari saksi B dan sebaliknya. Tetapi Yesus bersaksi atas kebenaran perkataan-perkataan-Nya sendiri. Bukannya mendasarkan ajaran-Nya pada otoritas orang lain, Ia berbicara atas otoritas-Nya sendiri. Jadi inilah Yesus, Seseorang yang menganggap diri-Nya memiliki otoritas di atas dan melampaui apa yang dimiliki nabi-nabi Perjanjian Lama. Ia percaya bahwa Ia memiliki tidak saja inspirasi Ilahi, seperti yang dimiliki Raja Daud,  namun juga otoritas Ilahi dan kekuasaan Ilahi secara langsung.


Pemakaian Frase 'Bapa'

     Sebagai tambahan pada penggunaan frase 'Amin' dalam pengajaran-Nya, Yesus menggunakan istilah 'Abba' (Bapa), ketika Ia berhubungan dengan Tuhan.
     'Bapa' mengkonotasikan kedekatan dalam suatu hubungan antara seorang anak dan ayahnya. Yang menarik, istilah itu juga digunakan murid-murid untuk menyebut guru terkasih mereka. Namun Yesus menggunakannya untuk Tuhan. Ia dan pengikut-pengikut-Nya adalah satu-satunya yang berdoa dengan cara demikian.
     Dalam konteks Yahudi pada saat itu, orang-orang Yahudi berusaha menghindari pengucapan nama Tuhan. Nama Tuhan adalah kata paling kudus yang dapat diucapkan dan mereka takut salah mengucapkannya. Jika mereka hendak mengacu kepada Tuhan, mereka mungkin akan mengatakan sesuatu seperti: 'Yang Kudus, terpujilah Dia', namun mereka tidak akan menggunakan nama pribadi-Nya.
     Dan 'Bapa' adalah suatu istilah sangat pribadi. Pentingnya istilah 'Bapa' adalah bahwa Yesus merupakan pengambil inisiatif dalam hubungan yang sangat dekat yang sebelumnya tidak ada. Pertanyaannya adalah: Orang macam apa yang dapat mengubah-ubah istilah-istilah berkaitan dengan Tuhan? Orang macam apa yang dapat memulai suatu hubungan janji yang baru dengan Tuhan?
     Itu menunjukkan bahwa Yesus memiliki hubungan sangat dekat dengan Tuhan, yang tidak sama dengan apapun yang ada dalam kehidupan orang Yahudi saat itu. Dan kejutannya, hanya dengan memiliki hubungan dengan Yesus, maka manusia mempunyai hubungan dengan Allah sebagai Bapa. Siapakah Yesus, yang bisa menentukan hubungan dengan Allah sebagai Bapa? Jawabannya, Yesus yang adalah Anak Allah.


Gambaran Yohanes tentang Yesus


Dalam pembukaannya, Injil Yohanes menggunakan bahasa yang agung dan dengan tegas menyatakan ketuhanan Yesus:

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
(Yohanes 1:1-3,14).

Jika Yesus membaca pembukaan Injil Yohanes, apakah Ia akan mundur ketakutan dan berkata, "Wah, Yohanes kamu benar-benar keliru? Kamu telah membesar-besarkan Aku sampai jadi Allah", ataukah Ia akan mengangguk setuju dan berkata, "Benar, Aku memang demikian adanya"?

     Saya tidak memiliki keraguan, bahwa jika Yesus membaca Injil Yohanes, Ia akan mendapati bahwa Injil itu adalah suatu ekspresi yang sesuai dengan identitas-Nya.
     Jika Anda mengurangi Injil Yohanes, dan melihat Injil sinoptik (Matius, Markus, Lukas), Anda tetap melihat Yesus sebagai Mesias, Anak Allah.
      Dalam Matius 16:15-17, Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya dalam suatu pertemuan pribadi, "Apakah katamu, siapakah Aku ini?"
Petrus menjawab dengan jelas, "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup".
Yesus meneguhkan Petrus atas jawabannya dengan berkata, "Berbahagialah engkau, sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga."


Peneguhan Tuhan atas Identitas Yesus


    Yesus juga memiliki peneguhan Tuhan mengenai identitas-Nya: saat kelahiran-Nya(Matius 1:20-23), pembaptisan-Nya (Matius 3:16-17), saat pencobaan-Nya (Matius 4:11), saat transfigurasi/penyataaan kemuliaan Yesus (Matius 17:1-5), dan dalam taman Getsemani (Lukas 22:39-43). Ini semua adalah saat-saat krisis ketika Tuhan mengkonfirmasikan siapa Yesus dan misi-Nya.

Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,  lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."

(Matius 3:16-17)

Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.

Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.
Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia.
Kata Petrus kepada Yesus: "Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia."
Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia."
(Matius 17:1-5)


Misi Yesus


Menurut Dia apakah misi-Nya?

     Ia melihat pekerjaan-Nya adalah datang untuk membebaskan umat Tuhan dari belenggu dosa, jadi misi-Nya diarahkan ke Israel. Hanya ada sedikit bukti bahwa Ia mencari orang-orang bukan Yahudi selama pelayanan-Nya.
     Sesudah kebangkitan-Nya, Yesus menyuruh murid-murid-Nya untuk memberitakan berita pengampunan dosa, karena penebusan dosa yang sudah dikerjakan-Nya, kepada semua bangsa di dunia.


Pengubahan Pikiran Murid-murid

     Dalam bukunya Reasonable Faith, William Lane Craig menjelaskan sejumlah bukti kuat bahwa dalam waktu 20 tahun setelah penyaliban terdapat suatu Kristologi(pemahaman tentang Kristus) yang sangat berkembang, yang menyatakan bahwa Yesus adalah Tuhan yang berinkarnasi.
     Sejarawan gereja, Jaroslav Pelikan, telah menjelaskan bahwa khotbah Kristen tertua, laporan tertua dari seorang martir Kristen, dan doa liturgis tertua (1 Korintus 16:22), semuanya merujuk pada Yesus sebagai Tuhan. Pelikan berkata, "Jelas, itu merupakan pesan dari apa yang dipercaya dan diajarkan gereja bahwa 'Tuhan' adalah nama yang tepat bagi Yesus Kristus."

Apakah ada cara lain yang mungkin bagi perkembangan keilahian Yesus yang begitu cepat ini, jika Yesus tidak membuat pernyataan transenden dan mesianik tentang diri-Nya sendiri?

     Tidak ada, kecuali jika murid-murid sepenuhnya melupakan Yesus yang historis(yang ada dalam sejarah) itu dan mereka tidak ikut dalam tradisi-tradisi yang mulai terlibat 20 tahun setelah kematian dan kebangkitan-Nya.
      Namun yang menjadi pertanyaan adalah, apa yang terjadi setelah penyaliban Yesus yang mengubah pikiran murid-murid, yang telah menyangkal, tidak taat, dan meninggalkan Yesus? Sangat sederhana, mereka mendapat penegasan bahwa Yesus yang telah bangkit adalah Anak Allah, Mesias yang dijanjikan dalam Perjanjian Lama.


Kesimpulan

     Yesus berpikir bahwa Ia adalah orang yang ditunjuk oleh Tuhan untuk memberikan penyelamatan puncak dari Tuhan dalam sejarah manusia. Ia percaya bahwa Ia adalah perantara Tuhan untuk melakukannya, bahwa Ia telah diotorisasi oleh Tuhan, diberi kuasa oleh Tuhan. Ia berbicara bagi Tuhan, dan Ia diarahkan oleh Tuhan untuk melakukan tugas-Nya. Jadi apa yang dikatakan oleh Yesus, dikatakan oleh Tuhan.
     Yesus percaya bahwa Ia berada dalam suatu misi Ilahi, dan misi itu adalah untuk menebus umat manusia. Umat Tuhan sudah tersesat dan Tuhan harus melakukan sesuatu, seperti yang selalu Ia lakukan, untuk ikut campur dan membawa mereka ke jalan yang benar. Tetapi ada suatu perbedaan kali ini. Ini adalah kali yang terakhir. Ini adalah kesempatan terakhir.
     Apakah Yesus percaya bahwa Ia adalah Anak Allah, yang diurapi oleh Allah? Jawabannya adalah Ya. Apakah Ia melihat diri-Nya sebagai Mesias? Ya, demikianlah cara-Nya memandang diri-Nya sendiri. Apakah Ia percaya bahwa ada seseorang yang kurang daripada Allah yang dapat menyelematkan dunia?
Tidak. Hanya Yesus, Sang Anak Allah yang dapat menyelamatkan dunia.
     Dan di sinilah paradoksnya (hal yang tidak bertentangan, namun kelihatan seperti bertentangan), menjadi seaneh-anehnya: Cara Tuhan untuk menyelamatkan dunia adalah dengan membuat Anak-Nya mati.
     Tetapi Allah, dalam sifat keilahian-Nya, tidak mati. Jadi bagaimana Allah akan melakukan ini? Bagaimana Allah menjadi juruselamat umat manusia? Ia harus datang sebagai manusia untuk menyelesaikan tugas itu. Dan Yesus percaya bahwa Dialah yang harus melakukan-Nya. Dalam Markus 10:45, Yesus berkata, "Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."
     Dalam Yohanes 10:30, Yesus berkata, "Aku dan Bapa adalah satu." Dengan kata lain: 'Aku memiliki otoritas untuk berbicara bagi Bapa. Aku memiliki kuasa untuk bertindak bagi Bapa. Jika engkau menolak Aku, engkau menolak Bapa.'
     Bahkan jika Anda hanya membaca Injil sinoptik (Matius, Markus dan Lukas), Anda tetap akan mendapat kesimpulan yang sama.
     Kita harus bertanya, mengapa tidak ada orang Yahudi abad pertama lainnya yang memiliki jutaan pengikut saat ini? Mengapa tidak ada suatu gerakan Yohanes Pembaptis? Mengapa, dari semua figur abad pertama, termasuk para kaisar Roma, Yesuslah yang masih disembah saat ini, sementara yang lainnya sudah hancur menjadi debu sejarah?
     Karena Yesus ini, Yesus yang historis, juga adalah Tuhan yang hidup. Karena Ia masih ada, sementara yang lain sudah lama mati.

Anak Yang Dikurbankan Abraham Ishak atau Ismail?

Kejadian 22:12 :Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."
Umat Islam dan Kristiani sama- sama menghormati Bapa Abraham, namun keduanya berbeda pandangan tentang siapa anak yang dikurbankan oleh Abraham. Umat Islam menganggap bahwa yang dikurbankan adalah Ismael, sedangkan umat Kristiani menganggap Ishak-lah anak yang dikorbankan.
Umat Islam umumnya mendasari pandangan mereka atas ayat Kej 22:2; Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.” Mereka beranggapan karena Ismael adalah anak tunggal Abraham selama 13 tahun sebelum Ishak lahir, maka anak yang disebut dalam Kej 22:2 ini adalah Ismael. Namun sebenarnya, ayat- ayat Al Qur’an sendiri tidak ada yang menyebutkan secara eksplisit siapakah nama anak Abraham yang dikorbankan ini.
Sedangkan Kitab Suci jelas menyebutkan secara eksplisit bahwa anak yang dikorbankan ini adalah Ishak, demikian:
“Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal…” (Ibr 11:17)
“Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah?” (Yak 2:21)
Kita ketahui bahwa umat muslim beranggapan bahwa Kitab Suci telah ‘diselewengkan’ (terutama oleh Rasul Paulus) sehingga yang harusnya Ismael, kemudian dituliskan sebagai Ishak. Namun anggapan ini tidak benar, sebab jika kita membaca Kitab Suci, bahkan dari Perjanjian Lama itu sendiri kita ketahui bahwa anak perjanjian itu adalah Ishak:
1. Ishaklah yang menjadi anak satu- satunya yang dijanjikan Allah, sebab Allah berjanji bahwa anak perjanjian itu akan lahir dari Sarah- bukan wanita yang lain (lih. Kej 17:15-21). Hal ini juga tercantum dalam Qur’an (Surah 11:69-73, 37:112-113, 51:24-30). Ismael tidak pernah disebut sebagai anak perjanjian.
2. Ishak dikandung secara mukjizat atas ibu yang sudah tua dan mandul dan ayah yang juga sudah tua, dan inipun disebut dalam kitab Qur’an (lih. Kej 17:15-17, 18:9-15, 21:1-7; Gal 4:28-29; Surah 11:69-73, 51:24-30). Ismael dikandung tanpa melibatkan mukjizat dari Tuhan.
3. Tuhan berjanji bahwa keturunan Ishaklah yang akan mewarisi tanah yang dijanjikan kepada Abraham (Kej 13:14-18; 15:18-21; 28:13-14). Ismael tidak mempunyai bagian di dalam tanah perjanjian yang dijanjikan kepada Abraham.
Untuk alasan- alasan inilah Ishak disebut sebagai anak tunggal Abraham sebab Allah menganggap Ishak sebagai anak satu- satunya yang dijanjikan Allah kepada Abraham.
Selanjutnya silakan anda membaca langsung di artikel karangan San Shamoun tersebut, bagaimana beberapa scholar dari kalangan muslim sendiri mempunyai pandangan berbeda- beda tentang hal ini. Muhammad H. Haykal dalam bukunya The Life of Muhammad, menulis dalam perikop, Siapakah anak yang dikorbankan? [tentang Ishak dan Ismail], demikian, “Qur’an sendiri tidak menyebut nama anak yang dikorbankan, sehingga para ahli sejarah di kalangan muslim berbeda pendapat dalam hal ini….” (Muhammad H. Haykal, The Life of Muhammad, trans. Isma’il Raji al-Faruqi [Islamic Book Trust Kuala Lumpur/American Trust Publishers, 1976], pp. 24-25; cf. online edition)
Atau seorang Muslim scholar bernama, Shaykh Hamza Yusuf dari Zaytuna Istitute, menyatakan:
“Ini adalah anak yang diberikan kepada Abraham, dan terdapat perbedaan pendapat tentang siapakah anak ini. Mayoritas scholar di abad- abad terakhir mengatakan bahwa ia adalah Ismail, namun banyak dari scholar di abad- abad terdahulu mengatakan ia adalah Ishak…. Hal ini seharusnya tidak menjadi bahan perdebatan antara umat beriman, itu bukan inti dari ceritanya. Keduanya adalah pendapat yang valid/ sah. (Shaykh Yusuf, There is No Calamity if there is Certainty; audio source)
Menarik untuk disimak adalah hasil studi dari salah seorang ahli sejarah Muslim yang bernama Al-Tabari, yang mengumpulkan data tentang siapakah anak yang dikorbankan ini menurut para ahli sejarah. Ia mengutip pandangan banyak ahli sejarah dari kalangan muslim yang juga menyebutkan bahwa anak tersebut adalah Ishak (silakan membaca selengkapnya di link artikel karangan Sam Shamoun tersebut). Akhirnya Tabari mengambil kesimpulan demikian:
“As for the above-mentioned proof from the Quran that it really was Isaac, it is God’s word which informs us about the prayer of His friend Abraham when he left his people to migrate to Syria with Sarah. Abraham prayed, ‘I am going to my Lord who will guide me. My Lord! Grant me a righteous child.’ This was before he knew Hagar, who was to be the mother of Ishmael. After mentioning this prayer, God goes on to describe the prayer and mentions that he foretold to Abraham that he would have a gentle son. God also mentions Abraham’s vision of himself sacrificing that son when he was old enough to walk with him. The Book does not mention any tidings of a male child given to Abraham except in the instance where it refers to Isaac, in which God said, ‘And his wife, standing by laughed when we gave her tidings of Isaac, and after Isaac, Jacob’, and ‘Then he became fearful of them’. They said. ‘Fear not!’ and gave him tidings of a wise son. Then his wife approached, moaning, and smote her face, and cried, ‘A barren old woman’. Thus, wherever the Quran mentions God giving tidings of the birth of a son to Abraham, it refers to Sarah (and thus to Isaac) and the same must be true of God’s words ‘So we gave him tidings of a gentle son’, as it is true of all such references in the Quran.” (Al-Tabari, The History of al-Tabari, Vol. II, Prophets and Patriarchs (trans. William M. Brenner), ( State University of New York Press, Albany 1987), p. 89).
Melihat adanya fakta tersebut di atas, maka tepatlah jika kita meyakini kebenaran yang tertulis dalam Kitab Suci bahwa anak perjanjian yang dikurbankan oleh Abraham adalah Ishak. Memang umat muslim mempunyai alasan tersendiri mengapa mereka beranggapan bahwa akan yang dikurbankan adalah Ismail. Namun kita umat Kristiani percaya bahwa yang dikurbankan adalah Ishak karena memang itulah yang secara eksplisit tertulis dalam Kitab Suci. Selanjutnya, memang banyak ahli berpendapat bahwa keturunan Ismael melahirkan bangsa Arab; dan Ishak menurunkan bangsa Israel. Tetapi apakah agama Islam lahir dari Ismael itu sebenarnya membutuhkan studi lebih lanjut, mengingat bahwa agama Islam sendiri baru lahir pada sekitar abad ke-7.

4 Nama Malaikat Dalam Alkitab

Malaikat Gabriel
Tahukah Anda ada berapa nama Malaikat dalam Alkitab? Jika kita
membaca Alkitab maka kita akan mengetahui bahwa ada 4 nama malaikat
dalam Alkitab yang bisa teridentifikasi yaitu:GABRIEL, MIKHAEL, LUCIFER
(nama ini ada dalam Alkitab bahasa Inggris seperti KJV-King James
Version, dalam Alkitab bahasa indonesia disebut Bintang Timur), dan
ABADON / APOLION. Nah mari kita perjelas satu per satu keempat nama
malaikat ini.
GABRIEL
Gabriel memainkan peran
dalam kisah kelahiran Yesus, dan juga sepupu Yesus, yakni Yohanes
Pembaptis yang usianya lebih tua 8 bulan dari Yesus. Lukas 1
mengisahkan tentang imam Zakharia, yang melihat malaikat di bait Allah.
Gabriel mengumumkan bahwa istri Zakharia, Elisabet, akan melahirkan
seorang anak laki-laki yang akan “menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang
layak bagi-Nya.” Zakharia yang sudah tua menjadi ragu-ragu, maka
Gabriel yang menyatakan bahwa ia “yang melayani Allah” (ay 19),
menghukum Zakharia menjadi bisu sampai bayi itu dilahirkan.
Gabriel mendatangi Maria di nazaret dan memberi tahu bahwa ia akan
melahirkan seorang anak, “Anak Allah Yang Mahatinggi” (ay 32). Maria
menjawab bahwa ia adalah seorang perawan, tetapi Gabriel berkata, “Roh
Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menanungi
enmgkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus,
Anak Allah” (ay 35).
Gabriel menampakkan diri kepada Daniel dalam kitab Daniel sebagai
penafsir dari berbagai penglihatan Daniel yang misterius. (Dan 8:16;
9:21)
MIKHAEL
Ada beberapa Mikhael dalam
Alkitab, tetapi hanya satu yang penting yaitu Mikhael yang menjadi
malaikat dengan jabatan Sang Penghulu Malaikat atau semacam “pemimpin
malaikat atau kepala para malaikat.” Nabi Daniel menyebut dia lebih
dari sekali sebagai “pemimpin”, Mikhael adalah malaikat pelindung
surgawi bagi umat/bangsa Israel (Dan 10:13,21; 12:1). Kitab Wahyu
menggambarkan sebuah peperangan pada akhir zaman, dengan Mikhael dan
malaikat-malaikatnya bertempur melawan Naga, Ular Tua, Setan/ Lucifer
dengan 1/3 para malaikat surga yang mejadi pemberontak mengikuti
Lucifer (12:4,7). Jadi Mikhael lebih terlihat perannya pada akhir zaman
ini.
LUCIFER
Arti namanya yaitu ”pembawa terang”. Ini disebutkan hanya sekali dalam PL, dalam Yesaya 14:12-15:
How
art thou fallen from heaven, O Lucifer, son of the morning! how art
thou cut down to the ground, which didst weaken the nations!
For
thou hast said in thine heart, I will ascend into heaven, I will exalt
my throne above the stars of God: I will sit also upon the mount of the
congregation, in the sides of the north:
I will ascend above the heights of the clouds; I will be like the most High.
Yet thou shalt be brought down to hell, to the sides of the pit.
14:12 "Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur,
putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang
mengalahkan bangsa-bangsa!
14:13 Engkau yang tadinya berkata dalam
hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku
mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit
pertemuan, jauh di sebelah utara.
14:14 Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!
14:15 Sebaliknya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur.
Para pembaca Alkitab dari berbagai generasi percaya bahwa Lucifer
itu dulunya adalah malaikat yang melayani Allah dengan pujian dan
penyembahan, tubuhnya dipercaya terdiri dari berbagai macam alat musik,
ketika ia bergerak, maka alat musik dalam tubuhnya berbunyi dengan
indahnya, pada mulanya ia memimpin para malaikat pemuji yang berada di
sekitar takhta Allah, namun kemudian ingin menjadi seperti Allah,
hendak menyamai Yang Mahatinggi, dia seorang malaikat angkuh yang
memberontak melawan Allah, lalu dibuang dari surga ke bumi.
Dalam PB Paulus menyebutkan bahwa setan/Ular Tua/Naga/Singa yang
mengaum-aum “menyamar sebagai malaikat Terang” (2 Kor 11:14). Dalam
suratnya kepada Timotius mengenai kualifikasi rohani bagi seorang
pendeta, Paulus menyatakan bahwa “janganlah ia orang yang baru
bertobat, agar jangan ia menjadi sombong dan kena hukuman seperti yang
terjadi pada Iblis” (I Tim 3:6). Lusifer bersama para malaikat
pengikutnya selalu berusaha mendakwa dan menggoda anak-anak Tuhan,
bahkan berusaha menghalangi pemberitaan injil kerajaan Allah di bumi
ini. Pada Masa Kerajaan Seribu Tahun, Lusifer ditangkap dan diikat
serta dilemparkan ke dalam jurang maut supaya ia jangan menyesatkan
bangsa-bangsa sebelum berakhir masa seribu tahun. Setelah itu dia
dilepaskan dan untuk terkahir kalinya akan pergi menyesatkan
bangsa-bangsa pada keempat penjuru bumi dan mengumpulkan manusia yang
berhasil disesatkan dan berperang melawan Allah dan orang-orang
kudusnya. Namun dikalahkan oleh Allah. Akhirnya Lusifer/Iblis dan para
malaikatnya akan dihukum selama-lamanya di neraka yang kekal bersama
orang-orang yang tidak beroleh keselamatan dalam Yesus.
ABADON / APOLION
Dan raja yang
memerintah mereka ialah malaikat jurang maut; namanya dalam bahasa
Ibrani ialah Abadon dan dalam bahasa Yunani ialah Apolion (Why 11:9)
Arti namanya ialah Kehancuran (Abadon) atau Penghancur/Pembinasa (destroyer- Apolion)
Malaikat
Jurang Maut ini memimpin para malaikat lain untuk menyiksa para manusia
yang tidak memakai meterai Allah di dahinya selama 5 bulan. Rupa Abadon
dan para malaikat ini dalam bentuk belalang-belalang seperti kuda yang
disipakan untuk peperangan, di atas kepala mereka ada sesuatu yang
menyerupai mahkota emas, dan muka mereka sama seperti muka manusia,
rambut seperti rambut perempuan, gigi seperti singa, dada seperti baju
zirah, bunyi sayap mereka seperti bunyi kereta yang ditarik banyak
kuda, yang sedang lari ke medan peperangan, ekornya seperti
kalajengking dan ada sengatnya, di dalam ekor mereka terdapat kuasa
untuk menyakiti manusia lima bulan lamanya. Peristiwa ini terjadi pada
akhir zaman ketika malaikat meniupkan sangkakala ke lima. Para Malaikat
ini hanya menyiksa tetapi tidak mencabut nyawa manusia pada 7 tahun
masa kesusahan di akhir zaman nanti.
Dede Wijaya, PESONA ALKITAB, PBMR ANDI

Uang Kuliah Anakku Disediakan Tuhan

Money_Church
Ada sebuah kesaksian yang menarik sekali dari sisi keuangan. Saya mendengar ini di gereja di Mal Daan Mogot oleh Pdt. Petrus Hadi, Beliau meyampaikan firman tentang “Semua yang lahir dari Allah mengalahkan Dunia ….” dan ada beberapa kesaksian didalamnya tapi yang paling mengena di hati saya adalah kesaksian ini …….
Pada waktu pdt. Petrus Hadi membawa seminar di Bandung selama 3 hari, banyak orang yang datang dan salah satunya adalah bapak ini (yang memberi kesaksian ke pdt. Hadi). Dia duduk diluar ruangan. Setelah beberapa bulan kemudian setelah seminar bapak ini bersama istri tanpa sengaja ketemu lagi dengan pdt. Hadi dan menceritakan kesaksiannya, bahwa ..
ketika dia pulang dari seminar dia mempraktekkan semua yang dia dengar. Dan hasilnya sungguh luar biasa. Awal mulanya dia duduk dibelakang ketika seminar (hari ke 3) dikarenakan dia memang kecewa kepada Tuhan. Karena waktu itu ke dua anaknya akan lulus SMA dan harus masuk kuliah tapi darimana uangnya karena biayanya cukup besar. Mereka punya rumah yang tidak terlalu besar dibagi menjadi 3 ruangan, didepan toko, ruang makan, dan ruang tidur. Mereka suami-istri mendapat mimpi yang jelas dari Tuhan (LAHIR dari ALLAH)
bahwa kedua anaknya pasti akan kuliah, mereka sangat senang dan bersyukur. Tapi seiring waktu berjalan mereka mulai mereka-reka sendiri apa yang seharusnya menjadi jawaban Tuhan. Mereka pikir mungkin Tuhan mau tolong mereka dengan jalan mereka pinjam uang ke saudara tapi ternyata mereka tidak dapat pinjaman sekalipun mereka berdoa supaya Tuhan menggerakkan hati saudara mereka itu. Sampai akhirnya mereka putus asa dan mulai menyalahkan Tuhan seolah-olah Tuhan bohong, mana janji Tuhan bahwa anak mereka akan bisa kuliah? mana uangnya?
Sampai suatu saat dia di ajak oleh seorang temannya ke seminar pdt.Hadi, karena terpaksa dan tidak enak akhirnya dia mau juga pergi pada hari ke 3. Dan dia terdorong untuk mempraktekkan apa yang dia dengar (dan inilah yang mengalahkan dunia itu yaitu : IMAN KITA dan mereka mulai berkata-kata). Dan bapak ini mulai berdoa dan disetiap doanya dia terus memperkatakan bahwa Tuhan punya banyak cara untuk memberkati mereka dan membuat anak-anak mereka kuliah. Tanpa malu dan ragu beliau terus berkata-kata. Sampai tiba suatu saat ada teman di Bandung yang telpon dan menceritakan bahwa dia lagi kesulitan dan ingin menjual pabrik serta mesin dll. Disaat yang sama ketika lagi berbicara masuk telpon yang lain dan diterima oleh bapak ini. Ternyata temannya yang dari Jakarta yang menelepon dan ajaibnya temannya ini sedang mencari pabrik juga mesin di Bandung yang sama persis seperti yang baru mau dijual oleh temannya yang di Bandung. Singkat cerita akhirnya kedua temannya dipertemukan dan terjadi transaksi. Bapak ini akan diberikan komisi dari pembeli dari Jakarta dan ternyata yang penjual pun ingin memberi komisi tapi ditolak oleh bapak ini karena beliau tahu uang itu lebih banyak untuk menutupi hutang.
Tapi setelah itu Tuhan berbicara didalam hatinya “Bukankah engkau berdoa setiap hari bahwa Aku mempunyai banyak cara untuk membuat anak-anakmu bisa kuliah?” maka komisi itu adalah hakmu. Dan bapak ini berkata kalau seandainya temannya sang penjual pabrik telpon lagi dan menawarkan komisi baru dia akan terima. Dan benar saja temannya telpon dan minta no rekening.
Anda tahu berapa kira-kira yang dibutuhkan untuk kuliah 2 anak? sekitar Rp. 70.000.000,- .Tapi begitu dicek direkeningnya komisi yang ditransfer kedua temannya mencapai sekitar……. Rp. 1.200.000.000,-. Beliau sangat kaget dan terheran-heran. Puji Tuhan.
Ini kesaksian nyata yang saya dengar. Saya tidak kenal dengan pdt. Hadi juga bapak di Bandung tapi saya menulis kesaksian ini sebagai penyambung kesaksian kepada semua orang termasuk kepada saya. Bahwa dalam melakukan sesuatu atau mengambil keputusan kita harus sungguh-sungguh tahu bahwa itu lahir dari Allah, kita mesti sabar menanti jawaban Tuhan dan jika sudah di Acc oleh Tuhan tindakan lanjutannya adalah percaya dan terus memperkatakannya tanpa bimbang atau ragu.

Kesaksian: Kebenaran Dibukakan

Saya seorang pria berusia 27 tahun dari keluarga bukan Kristen. Sejak di bangku SMP, saya mulai tertarik dengan pelajaran agama, khususnya mengenai perbandingan agama. Saya juga aktif dalam kegiatan keagamaan di SMP. Saya menjadi lebih tertarik dengan ilmu perbandingan agama setelah saya nonton film tentang Yesus di TVRI bulan Desember 1988, menjelang Natal.

Saya dahulu tidak percaya dengan semua ajaran Kristen, baik itu Allah Tritunggal, dosa warisan, dan ajaran-ajaran Kristen yang lain, khususnya tentang penyaliban Yesus, yang katanya disalib untuk menebus dosa manusia. Ada beberapa pertanyaan yang janggal mengenai penyaliban Yesus, yaitu:
  1. Benarkah Yesus disalib, sedangkan Ia sendiri adalah Tuhan? Bukanlah Tuhan itu maha perkasa? Mungkinkah Tuhan bisa mati di atas kayu salib?
  2. Menurut ajaran agama saya, yang disalibkan adalah Yudas, karena ia telah mengkhianati Yesus dan Allah telah menolong Yesus naik ke langit. Benarkah Yesus disalib?
Saya mencoba mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Suatu kali, saya kembali menonton film Yesus yang disiarkan oleh RCTI pada perayaan Paskah. Setelah menonton film tersebut, saya mengirim surat ke sebuah yayasan penginjilan yang tertera di film tersebut dan mereka mengajak saya berdialog tentang ajaran-ajaran Kristen, baik itu tentang Allah Tritunggal, dosa warisan, dan penyaliban Yesus, kematian-Nya untuk menebus dosa kita. Roh Kudus bekerja dan memberikan saya pengertian tentang pertanyaan-pertanyaan saya.

Yesus bersabda, yang tercantum dalam injil Matius 20:17-19, yang berbunyi:
Ketika Yesus akan pergi ke Yerusalem, Ia memanggil kedua belas murid-Nya tersendiri dan berkata kepada mereka di tengah jalan:
"Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati.
Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan, dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan." 

(Baca pula Markus 8:31, Lukas 18:31-34, Yohanes 12:20-36)

Dari keempat Injil tersebut telah menjawab pertanyaan-pertanyaan saya: Mengapa Yesus tidak berdaya waktu disalib? Mengapa Yesus tidak melawan dan diam saja padahal Ia adalah Tuhan? Ini jawabnya: karena Tuhan Yesus, di empat Injil sudah memberitahukan bahwa diri-Nya akan menderita, dan penderitaan Yesus itu untuk menggenapi segala yang telah dinubuatkan Allah melalui para nabi sebagaimana tercantum dalam kitab-kitab Perjanjian Lama.

Jika Tuhan melarikan diri, atau dengan kata lain ditolong oleh Allah naik ke langit dan Allah mengubah wajah Yudas menjadi Yesus, sehingga yang ditangkap dan disalib adalah Yudas, itu sama saja dengan Tuhan yang merusak rencana-Nya sendiri, karena Allah telah menubuatkan melalui para nabi, bahwa Anak Manusia akan menderita dan serahkan kepada orang-orang yang tidak mengenal Allah.
Ini sama dengan orang yang telah membuat sebuah rencana matang, lalu di kemudian hari ia merusaknya sendiri. Allah adalah Allah yang membuat rencana dan rencana-Nya tidak akan dapat digagalkan oleh siapapun dan tidak mungkin diubah oleh-Nya, karena Ia maha yahu. Jika Allah yang telah membuat rencana, dan rencana-Nya kemudian diubah oleh-Nya oleh karena mungkin ada yang kurang baik dari rencana yang telah Ia buat, maka itu menunjukkan bahwa Allah yang demikian adalah Allah yang kurang maha tahu.

Lalu rencana matang apakah dengan kematian Yesus di atas kayu salib? Rencana matang itu adalah:
Kematian Tuhan Yesus di atas kayu salib untuk menebus dosa kita, sebagaimana diterangkan dalam surat Roma 5: 
Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.
Juga tertera dalam 1 Korintus 15:3-6. Ini artinya, kematian Tuhan Yesus di atas kayu salib adalah untuk menghapus dan menebus dosa-dosa kita. Ia adalah Tuhan, Juruselamat kita yang perkasa.

Dalam Lukas 18:31-34: 
Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu berkata kepada mereka: "Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan segala sesuatu yang ditulis oleh para nabi mengenai Anak Manusia akan digenapi.
Sebab Ia akan diserahkan kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, diolok-olokkan, dihina dan diludahi,
dan mereka menyesah dan membunuh Dia, dan pada hari ketiga Ia akan bangkit."
Akan tetapi mereka sama sekali tidak mengerti semuanya itu; arti perkataan itu tersembunyi bagi mereka dan mereka tidak tahu apa yang dimaksudkan. 


Oleh karena pekerjaan Roh Kudus, maka saya boleh mengerti mengapa Tuhan Yesus harus mati di kayu salib. Itu bukan berarti bahwa Ia tidak mampu menolong diri-Nya sendiri, tetapi setiap dosa harus ada penebusan. Karena Allah adalah Allah Yang Maha Suci, sehingga tidak ada kemungkinan manusia yang sudah jatuh dalam dosa dapat menghampiri Allah. Kita dapat datang menghampiri Allah yang Maha Suci, apabila diri kita juga suci. Dan yang menyucikan kita adalah darah Yesus. Darah melambangkan hidup, oleh karena itu dalam Perjanjian Lama ada darah binatang yang dialirkan untuk berdamai dengan Allah dan penggenapannya adalah Darah Anak Allah sendiri, yaitu Yesus yang dialirkan untuk menebus dosa kita.

Dalam Matius 27:1-5, dijelaskan mengenai penyesalan Yudas yang telah menjual Yesus, bahwa ia mati bunuh diri. Ia menyesal, tetapi tidak bertobat. Sedangkan Petrus, yang telah menyangkal Yesus, menyesal dan bertobat. Kematian Yudas pun tertera dalam surat Kisah Para Rasul 1:18.

Oleh karena pengertian yang telah diberikan, maka saya bertobat dan menerima Yesus yang adalah Tuhan, Juruselamat, dan Raja.

Ada satu keinginan saya setelah bertobat, bahwa saya ingin memberitakan kabar baik tentang Tuhan Yesus yang telah mati untuk menebus dosa dan telah bangkit dari kematian dan menang atas dosa. Saya terus mendalami akan iman Kristen dengan pemahaman teologia yang benar.

Mengenai kesaksian ini yang dititikberatkan pada kematian Tuhan Yesus di atas kayu salib adalah semata-mata untuk membuat kita paham mengenai rahasia yang telah Allah berikan kepada kita. Sebenarnya saya juga ingin mengulas tentang Allah Tritunggal, dosa warisan, namun biarlah tentang keduanya itu akan saya buat dalam bentuk buku.

Semua kesaksian mengenai iman saya kepada Kristus  ini saya tulis  bukan karena paksaan, tekanan, ataupun iming-iming, tetapi oleh karena kemurahan Tuhan yang rela memberikannya kepada saya ketika pencarian kebenaran selama 12 tahun.

Semoga kesaksian ini boleh menjadi berkat dan sebelum mengakhirinya saya ingin mengutip surat Roma 10:9:
Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan

Tuhan Memberkati. AMIN

Jakarta, Desember 2002

Budi S


Sumber: http://www.pemudakristen.com/artikel/kesaksian.php

Tabut Perjanjian, Hilang atau Ditemukan?

Ark of the Covenant. Provided by Eden Communications.
An artist's impression of the biblical Ark of the Covenant
Sesuatu yang lama telah menjadi penyelidikan komunitas ahli Kitab Suci tentang keberadaan Tabut Perjanjian, kini dunia mulai menaruh perhatian setelah filem berjudul Raiders of the Lost Ark beredar dengan sukses. Sekarang ini terdapat beberapa kemungkinan letak keberadaannya
Berdasarkan dokumen-dokumen kuno Yahudi, diperkirakan bahwa Tabut ini disembunyikan di Gunung Nebo di tepi sungai Yordan sebelah timur. Wilayah ini merupakan negara Yordania sekarang, tetapi tanpa petunjuk tentang keberadaan Tabut ini.
Ada yang memperkirakan bahwa Tabut ini disembunyikan di sekitar Laut Mati di sebelah barat sungai Yordan. Lokasi ini menjadi perhatian karena dekat dengan situs kuno Qumran tempat dimana Gukungan Laut Mati ditemukan. Di tempat ini dipercaya bahwa Tabut dan artefak lainnya dikubur di salah satu gua suci seperti halnya Gulungan Laut Mati.
Pandangan lain juga mengatakan bahwa Tabut ini berada dibawah Yerusalem, dalam terowongan gua. Ada juga yang memperkirakan lokasinya di situs penyaliban, Gordon Kalvari. The Temple Institute yang berada di kota Yerusalem tua, suatu organisasi Ultra Ortodox Yahudi yang mengabdikan diri untuk merancang dan membangun kembali Kuil Yahudi, mengatakan bahwa Tabut tersebut berada di bawah puncak Kuil, dan mereka percaya bahwa Tabut ini akan timbul saat Kuil Yahudi tersebut dibangun.
Cukup menarik, dalam tesis Raiders of The Lost Ark dikatakan bahwa Tabut ini dibawa dari Kuil oleh Firaun Sisak, tapi pandangan ini tidak populer. Pandangan ini mungkin berasal dari tradisi bahwa Tabut ini terletak di mulut sungai Nil, didataran rendah Mesir.
Lihat selengkapnya:   http://www.christiananswers.net/indonesian/q-abr/abr-a002-in.html

Iman yang Mengalahkan Kelumpuhan

Sumber Kesaksian: John Winata (Jawaban.com)
Mujizat pasti dialami oleh mereka yang hidup di dalam Tuhan. Demikian keyakinan John Winata. Setelah mengalami kecelakaan dasyat yang nyaris merenggut nyawanya, ia mengalami mujizat kesembuhan. Peristiwa itu akhinya membawa John kembali kepada Tuhan dan melayani-Nya. Berikut kisahnya.
John Winata mulai aktif di reli (rally) sejak tahun 1987 sampai tahun 1994. Awal ketertarikannya dengan reli adalah karena faktor pergaulan. Pada tahun 1980-1986, John sering mengikuti kompetisi motor-cross dan beralih ke reli tahun 1987.
Pada tahun 1991, John pindah ke Jakarta untuk melanjutkan karier di dunia reli. Namun, ia merasa tidak maksimal secara prestasi, sehingga ia memilih menjadi manager tim pada tahun 1994. Pada tahun 1995-1997, ia pun menjadi manager pereli nasional Tonny Hardyanto (Impressa Motorsport) dan pada saat bersamaan, ia menjabat sebagai Dirut Impressa Motorsport.
Pergaulan dalam dunia reli mobil membuatnya terjerumus dalam dunia perjudian, tepatnya judi kasino. Kebiasaannya itu terutama bila ia bepergian ke luar negeri dalam rangka kompetisi reli, seperti saat diadakannya World Rally Championship di Perth, Australia.
John Winata: Sampai sekarang pun di Indonesia ini kan memang nggak ada kasino ya. Tapi, karena di negara orang ada kasino, ya jadi pengen tahu. Malam pertama sudah di kasino, malam kedua di kasino, malam terakhir, masih di kasino juga. Jadi, kurang tidur. Akhirnya, saya dengan teman saya yang menyupiri saya itu sama-sama nggak tidur. Akhirnya, kita berangkat mau kerja ngurusin reli, di situ fisik kita hari terakhir sudah down. Teman saya itu mengatakan kalau capek, tidur aja. Saya tidur, saya nggak tau apa-apa. Jadi, di dalam mobil, semenjak berangkat, saya tuh tidur.
Lihat selengkapnya di: http://kisahnyatakristen.kiosgeek.com/2009/04/30/iman-yang-mengalahkan-kelumpuhan/


Free Music | Free Christmas songs at EZ-Tracks.com